CARA MENYIMPAN ASMA MUHAMMAD DALAM TUBUH KITA
CARA MENYIMPAN / MENGUNCI KEBERKAHAN ZIKIR ASMAK NABI DITUBUH KITA VERSI ASMAK NABI
Setiap zikir atau asmak yang kita baca dan lantunkan, harus menyebar diseluruh tubuh,lalu kita kunci rapat,agar tidak menguap sia sia,atau hilang sia sia, menjadi saksi oleh bulu ,kulit,darah, daging, tulang,sumsum ,menyatu jikir dalam tubuh kita
,dengan menyatu ini, ibarat ikan yang sudah menyatu dengan garam, maka ikan itu akan aman dari pembusukan, seperti ikan asin,
begitu juga ketika ,urat darah daging,uarat tulang sumsum menyatu zikir asmak nabi, maka tidak ada yg memberi mudharat yg bisa menyakiti kita,
bagaimana bisa ulat dan cacing dan malaikat penyiksa yg tubuh kita mengandung Asmak kekasihnya Rabb.
Bahasa cinta dan mahabbah inilah yg mengantarkan kita aman dari siksa kubur dan siksa neraka, masuk syurga beserta orang yang dicintainya yaitu kanjeng nabi Muhammad SAW.
Yang asmaknya selalu membasahi lidah kita,dan menggema didada setiap orang beriman,
Cara mengunci wirid itu khusus asmak nabi,
Setelah selesai berzikir, baik dengan mulut berzikir atau didalam hati berzikir asmak nabi, lalu tempel /tekuk/lipat ujung lidah kita dilangit langit mulut, ujung lidah tarik kedalam agar ujung bawah lidah menyentuh langit langit mulut, bibir dirapatkan lalu ucapkan dalam hati, YARABB SENGAJA AKU SIMPAN KEBERKAHAN ZIKIR INI DALAM TUBUHKU, tarik napas bayangkan tulisan MUHAMMAD ditengah dada kita, telan air liur kita, seakan masuk/mengumpul air liur tadi ketulisan Muhammad yg ditengah dada tadi.( titik fokos rasa kita ditulisan tadi ) baru keluarkan napas.biasa
Kapan mengunci jikir ini kita kerjakan, jawab, suka suka kita, kapan saja boleh, baik dipertengahan zikir, atau pas mau akhiri zikir, boleh juga tiap dapat 100 kali zikir, kita telan air liur. Atau tiap 5 menit, ,,bebas melakukannya,
tujuannya agar asmak nabi yg kita baca tidak sia sia hilang begitu saja, tapi rohani kita juga dapat bagian, semua Bulu, kulit, daging, urat, tulang, otak, dan sumsum. Pengrasa, hawa, nafsu, akal, pikir, ilmu dan pengetahuan. Dzat, sifat, asma, dan af'al. Iman, islam, tauhid, dan ma'rifat. Tauhid dzat, tauhid sifat, tauhid asma', tauhid af'al. Hidup, tahu, berkehendak, dan bergerak.
Semua menerima berkah nama agung ini nama kekasihya rab ASFUL MAHMUD AHMAD MUHAMMAD kita kunci Bersama zikir Asmak nabi,menyatu dalam jiwa raga kita, masuk dalam nama MUHAMMAD yg kita bayangkan ditengah dada kita.
Tulisan itu tidak harus nampak, sebisanya saja seakan ada tulisan MUHAMMAD ditengah dada kita. Kerena membayangkan ini hanya orang tertentu yg bisa jelas melihat tulisan itu.
Pengalaman saya ,sering kita telan air liur dan bayangkan tulisan MUHAMMAD ditengah dada kita ini , maka tulisan itu seperti bergerak hidup ,dengan sirif tulisan keluar Cahaya, dan mengeluarkan sejuk dan lama lama akan menyebar dingin itu keseluruh tubuh,
Tanda asmak nabi menyatu seluruh tubuh ditandai dengan sejuk dan dingin,diseluruh tubuh kita, tanda sir kenabian hidup didada kita,
Cahaya nya hijau penuh kesejukan , Cahaya hijau Adalah Cahaya nur Muhammad yang terhubung dengan induk nurmuhammad yaitu Roh baginda nabi, roh baginda nabi inilah yg terbit dari Nurullah, bagitu Bahasa kaum sofi yg pemahaman makrifatnya lewat jalan Nurmuhammad.
Insya Allah, lain kali akan kita sambung lagi ,mengulang ulang kajian lama dari asmak nabi, lancar kaji dengan sering diulang semakin faham dan mengerti kita,
Silahkan Kawan Kawan lihat lihat semua kajian asmak nabi dibranda fb saya ini, untuk melihat lihat mana yg cocok diamalkan.
Wassalamualaikum wr wb, konsoltasi di no wa 082198893364
Nb .bagi kawan kawan yg berkelebihan maka sisihkanlah sedikit saja uangnya untuk menjadi bagian donator anak yatim dan tidak mampu yang saya Kelola, silahkan klik tautan dibawah ini untuk melihatnya.
Semoga uang yg kalian sisihkan akan jadi senyuman mereka yg lagi membutuhkan , Aamiin Aamiin Aamiin.
SEMOGA CITA CITA SAYA INGIN MENDIRIKAN YAYASAN PANTI YATIM KHUSUS ANAK ANAK ASMAK NABI YANG YATIM BISA SEGERA MENDAPATKAN DONATOR UNTUK PENGURUSAN IZIN RESMI NANTINYA.
Komentar
Posting Komentar