MUSYAHADAH, MUROQOBAH, DAN MUKASYAFAH★★

 ★★MUSYAHADAH, MUROQOBAH, DAN MUKASYAFAH★★


Oleh ; Muhammad Mahdi Alfarisi (Asy-Syarief)===========================بســـــــم الله الرحمن الرحيــــــــــــم.Bismillaahir rohmaanir rohiiim (i).الســـــــلام عليــكم ورحمة الله وبركاتــــــــــــــه.Assalaamu'alaykum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.Wahai saudara-saudariku kaum muslimin muslimat dan mu'minin mu'minat di semesta alam yang selalu di muliakan Alloh Subhanahu Wata'ala dan juga hamba Cinta, Bagaimana dengan kabar kalian semua ...??? Semoga rohmat Alloh beserta berkat-NYA selalu tercurah-limpahkan pada kita semua. Aamiin ya Alloh ya Robbal'alamiiin…Pertama-tama seperti biasa…marilah kita bersama-sama semua panjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wata'ala yang mana telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berkumpul kembali di kajian siraman ruhani yang bertema "MUSYAHADAH, MUROQOBAH, DAN MUKASYAFAH", serta tak lupa juga kita panjatkan sholawat beserta salamnya kepada junjungan kita semua Nabibana Wa Nabiana Muhammad Rosululloh Shololloohu 'Alaihi Wassalam.....[AL-FATIHAH 1x].Dengan BASMALLAH dimulai kalimat,,,Semua yang ada hanya Anugerah dan Rahmat,,,Sungguh tiada sesuatu yang teramat,,,Awal akhir dunia akhirat,,,Telah ku pilih DAKWAH BERSAMA PENA sebagai salah-satu jalan menuju cahaya-NYA demi mendapatkan cinta dan ridho-NYA…Diriku hanya sebagai pemakna tulisan-tulisan dari-NYA, penikmat segala ciptaan-NYA, dan pencari jalan indah-NYA SHIROTHOL MUSTAQIM…Disinilah ku kobarkan semangat tempat jiwa-jiwa muda membuat jejak hidupnya lewat kata…Di setiap orang yang membuat status, selalu saja ada orang yang mengaku pencetus…Begitupun dengan yang cetus-cetus selalu menyindir yang membuat status…Padahal pada kenyataannya semua yang ada itu adalah AKU yang bersembunyi di sebalik bayangan qolbu sang pembuat status…

Ku kira sudah Wushul pada TUHAN sang pemilik status.

Ternyata masih banyak yang berdebat aku-aku masalah pencetus…

Awal akhir akan tahu saat alam dunia meletus…

Semua aku-aku pencetus itu akan kembali kepada AKU sebelum Wujud bernama ALLOH TA'ALA wahai yang di utus…

لقد كنت في غفلة من هذا فكشفنا عنك غطاءك فبصرك اليوم حديد

LAQAD KUNTA FII GHOFLATIN MIN HADZAA FAKASYAFNAA 'ANGKA GHITHOO IKA FABASHORUKAL YAUMA HADIIDUN Artinya :"Bahawasanya kamu berada didalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari mu tirai (yang menutupi) Matamu. Maka penglihatan mu pada hari itu amat lah tajam".(QS. Al-Qof 50 : 22)

Kalian semua memiliki dua mata kepala di alam tubuh.
Maka cobalah kalian lihat atau mendongak kepala kelangit biru.

Apakah biru itu sangkar langit...???

Kalian mestilah harus tahu dibalik rahasia kebiruan langit itu, hari ini saudara kalian yang hina dan fakir ini wajib memberitahukan kepada kalian semua,

jikalau kalian nak menerima pemahaman ini.

Supaya sesuai dengan makna Ayat yang Saudara kalian ini tuliskan diatas......

Maka itulah yang dinamakan "BATAS RUANG DIMENSI",

Yaitu batas aspek sudut pandang kita.

Disitulah tempatnya atau kedudukan Alam Jabarut yang biasa disebut "ALAM JIN".

Apabila cahaya biru itu dikaitkan dengan suara malaikat, maka itu adalah alam terendah para malaikat.

Disitu hanya di tempati oleh Malaikat Mikail atau Malaikatnya bani Israil, orang-orang Yahudi.

Alam tempat penyembah bagi pengikut aliran Maha Brata yang mereka sebut "ALAM NIRWANA".

Sebetulnya itu, merujuk pada wilayah Jin, hantu, iblis, kuntilanak dan banyak lagi bangsa jin.

Di alam jin itulah, mereka-mereka mampu membentuk atau merubah apa yang mereka inginkan.

Mereka bisa manipulasikan bangsa Manusia yang bodoh.

Akan tetapi kebanyakan manusia mengira disana masuk wilayah ruang Kosong.

Sebenarnya itu adalah ruang kosong zat asam yang masih bersifat baharu, masih berbentuk zat rupa yaitulah zat asam.

Sedangkan kosong yang sebenarnya adalah Dzat Mutlaq yaitu alam Maha Ruang, yakni kosong tiada ber-zat asam itulah Alam Maha Suci.

Jadi Ruang Kosong Alam Maha Ruang itu masih jauh dari Ruang kosong zat-zat asam.

Makanya cahaya-cahaya itu adalah hijab.

Sesungguhnya, seluruh alam semesta ini adalah penuh kekosongan.
Kosong Maha Ruang.

Maka baik yang terang, yang gelap, segalanya itu adalah "BAHARU".

Kalau kita betul-betul ahli Tauhid kepada ALLOH TA'ALA, tentulah kita tak ingin memandang yang namanya "Baharu itu".

Yang sebenar-benarnya kita perlukan dalam bertauhid itu ialah QODIM-NYA, yaitu :"Memandang yang kosong yang tak Memiliki zat".

Inilah yang hendak kita pandang.

Ketahuilah....!!!Titik Awal itulah dikatakan Hakikat Alam, Yaitu "KOSONG", maka "RENUNGKANLAH".Titik Awal itulah kosong yakni Dzat Mutlaq.

Siapa yang mampu merenungi titik awal itu, maka akan mengetahui isi dunia ini.

ILAHI ROBBI adalah Rahasia Ahadiyah, yaitu "SIRR LAA TA'YUN".

Maka renungkanlah betul-betul Awal titik itu.

Jika engkau merenungi titik awal itu sedalam-dalamnya, maka rasakan...

!!!Tenggelamlah engkau beserta semesta alam ini kembali pada asal tiada........ Rasakanlah.......!!! Barulah terbit rasa Isbat.

Ini juga engkau merasakan hanya Sir saja didalam hati.

Barulah engkau itu akan mengerti makna Tawajjuh dan Muroqobah terhadap Tuhan..... Keduanya sama saja, cuma beda bahasa.Batin Muhammad adalah Rahasia pada kita, maka Muhammad itu Esa kepada Rahasia.Maka dari itulah kita diharuskan tuk mengenal. Tentu matilah kita kedalam pengenal itu."Siapa yang Mengenal Tuhan-nya dia akan binasa".MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU, WA MAN AROFA ROBBAHU FASADDAL JASAD"Barangsiapa mengenal diri-Nya niscaya kenal akan TUHANNYA, dan barangsiapa mengenal TUHANNYA maka binasalah jasadnya".Artinya ;Binasa di sini bukan hancurnya badan atau diri jasad kasar kita, akan tetapi kita merasakan tidak memiliki diri lagi atau lebur dari ke-aku-an kita.Maka dari itulah kita didalam sholat juga diharuskan mengenal, barulah dikatakan sholatnya khuysu dan sholatnya tidaklah terlihat oleh seorangpun.....Jadi rahasia itulah yang disebut Dzat Qodim. Dan untuk lebih memahami dan betul-betul mengetahuinya lagi supaya sempurna faham jalan musyahadah yang ada pada kita ini, yaitu wujud kita kenyataan kita, wujud alam kenyataan alam, adalah :Dzat Tuhan.Sifat Tuhan.Naman (Asma') Tuhan.Perbuatan (Af'al) Tuhan. Maka lakukanlah Musyahadah, yaitu "Pandangan hati (qolbu) yang berkekalan bersama ALLOH TA'ALA, sebab yang 4 pemahaman itu, yaitu Dzat-Sifat-Asma-Af'al sudah ada pada diri kita ini, dan juga ada pada semesta alam ini.Lakukanlah Musyahadah..... Hingga terbuka hijab engkau itu kepada TUHAN, barulah engkau mengetahui tempat letaknya alam para jin serta penghuninya.Semua penghuni-penghuni itu adalah makhluk La'natulloohi Alayhi, penipu besar..... Mereka-mereka itu mampu mengubah penomena alam penuh kepalsuan, penuh fatamorgana, seperti mengumpamakan mimpi-mimpi meski menjadi kenyataan, mengumpamakan sidrotul muntaha, mengumpamakan syurga dan neraka. Sama halnya ini dengan Dajjal.Semua itu mereka bisa memasukkan kedalam benak otak manusia, supaya pemikiran itu terus dipengaruhi pesona keindahan penomena yang penuh kepalsuan itu. Jadi..... batas pandangan kita ini pada bentuk rupa yang biru pada langit, yang kita selalu lihat dari kejauhan, itu bukanlah Jabarut, bukanlah nirwana, akan tetapi itulah Alamnya bagi Para jin.Petunjuk-petunjuk dari alam jin itulah yang diterima oleh penyembah dewa-dewa hindu purba yaitu Siddharta Gautama yang bermula dari timur kurasan di pesisiran Pakistan.Petunjuk-petunjuk alam lasut itulah kemudian menyebar keseluruh penjuru bumi, dan menjelma menjadi budaya kebatinan dipelosok negeri kita ini.Jadi.... Orang-orang yang betul-betul dikatakan bertauhidkan yang satu (Ahad) yakni ALLOH TA'ALA, maka ia tentu memiliki 3 pemahamannya, yaitu : Musyahadah,Muroqobah, danMukasyafah.Jadi tidak akan tertipu, jika kita betul-betul Ahli Tauhid, semuanya itu adalah permainan dari alam jin.Karena kita memiliki pegangan kuat yang tiga ini yaitu memiliki :MUKASYAFAH (pengelihatan) adalah terbukanya suatu hijab dari TUHAN, maka tentu TUHAN akan membuka tabir pembatas biru itu untuk menunjukkan kebenaran.Kita bisa mengetahuinya yang sudah mendapatkan Muroqobah, yaitu tidak terlepas dari intelijen TUHAN. Tidak berpaling lagi kita kepada yang bukan TUHAN. Tentulah terbuka tirai penutup dengan TUHAN. karena memang pada kenyataannya kita dan TUHAN itu tiada terhijab.Dengan Mukasyafah itulah kita mengetahui bahwa :Huruf pada Alif ( ا )Pada Lam ( ل‌ )Pada Lam kedua ( ل )Dan pada Ha ( ها )Ini hanyalah menunjukkan Nama (Asma') saja.Nama itulah menunjukkan adanya wujud hakiki Dzat, yaitu adanya pada Diri TUHAN. Itulah menunjukkan pada kalimat huruf lafadz tadi, yaitu :Alif.Lam.Lam.Ha.Kalau anda sekalian meyakini lafal huruf الله itu sebagai TUHAN anda, maka berarti anda betul-betul sudah menuhankan huruf lafal الله tersebut.Maka dari itu sekali lagi fahamilah betul-betul bahwa :"Huruf pada Asma Alloh itu, bukanlah Tuhan sebenar-benar TUHAN, itu sebagai sebutan saja bagi TUHAN".Nah.... Orang yang Betul-betul dikatakan berhakikat dan berma'rifat itu, itulah orang yang ahli memahami inti TAUHID.Jadi.... Apa yang kita kerjakan dan apa yang kita lakukan itu dari Irodat Alloh, dan juga kembali pada sumbernya yaitu Alloh Sendiri.Baik sholat kita, amalan kita yang lain, termasuk dzikir dan sebagainya. Itulah menunjukkan pekerjaan rahasia-NYA.Kerana TUHAN itu yang menjadikan rahasia sebagai Af'al-NYA. Sebab terbitnya sesuatu itu semuanya dari Alloh Ta'ala, kembali pada Alloh Ta'ala, untuk Alloh Ta'ala, dengan Alloh Ta'ala.Alloh Alloh Alloh Alloh Alloh.............Jadi dari segi ketahuidan itu yang kita kerjakan, yang kita lakukan, baik sholat, dzikir dan lainnya adalah semuanya menunjukkan "DZAT TUHAN" yang bersifat Ta'sir yaitu Kebesaran, yakni 4 (empat) sifat, yaitu :Al-Qudrot.Al-Irodat.Al-Ilmu.Al-Hayat.Maka Anda itu, jangan sekali-sekali menganggap enteng, menganggap remeh Ilmu Tauhid.Jadi orang yang dikatakan berma'rifatulloh (berma'rifat kepada ALLOH TA'ALA) itu adalah :Dia terus-menerus berkekalan bersama ALLOH TA'ALA. Ia tidak merasakan apa-apa lagi pada dirinya. Baik ingatan, perasaan, pemikirannya ataupun lahir dan batin. Yang jelas-jelasnya adalah semuanya pada kema'rifatannya itu kepada ALLOH TA'ALA, yaitu :"Melenyapkan yang batin, bukan melenyapkan yang lahirnya".Karena batinnya sudah berkekalan terus-menerus tertuju hanya ALLOH TA'ALA semata.Maka kadaan fisikalnya yang lahir itu, tidak ada yang mengendalikan lagi, kerana yang lahiriah itu sudah lari kebatin. Batin itulah yang berkekalan bersama ALLOH TA'ALA. Inilah yang disebut :"AL-FANA'"Artinya :Tak merasa lagi lahiriahnya, tak merasa lagi batinnya melainkan ALLOH TA'ALA yang kekal. INGAT,,,,,!!!!!Fana' bukan berarti melenyapkan diri atau merasakan diri tidak ada. Tetapi semuanya itu dikembalikan pada yang empunya Haq, yaitu :"ALLOH, ROBBUL JALIL".Inilah yang dikatakan "FANA' BILLAH", yaitu :Tak merasa lahirnya, tak merasa batinnya. Yang ada itu cuma ALLOH TA'ALA saja yang "WUJUD ADANYA".Itulah disebut berkekalan namanya, ALLOH TA'ALA yang Kekal...Diri lahir dan batin tidak ada lagi, kerana berkekalan bersama-NYA. Ini yang dikatakan :"ISBAT".Maka dari itu dzikir atau ibadah lainnya ataupun percakapan kita dan apapun saja.... Jangan lupa.....!!! ingat Nama TUHAN itu, tidak pernah bercerai pada Diri-NYA.Kalau sudah kembali semuanya kepada ALLOH TA'ALA..... Apa yang ada pada kita ini.....??? Tentu kita ini tak memiliki apa-apa lagi, semuanya sudah kembali Adam/ Adum, yaitu "KOSONG atau TIDAK ADA".INGATLAH......!!!Dzikir ma'rifat itu harus dengan perasaan...Dengan perasaan itulah ALLOH TA'ALA saja yang ada....Tidak menggunakan bacaan apapun...Juga tidak dengan hati...Tetapi dengan Robbaniyah atau Ma'rifat, yaitu :"DIRASAKAN".Sekali lagi FAHAMILAH,,,,,,!!! Bahwa jalan kemusyahadahan itu ada 4 jalan, yaitu : - Musyahadah Dzat.- Musyahadah Sifat.- Musyahadah Nama.- Musyahadah Perbuatan.4 jalan musyahadah inilah kembali kepada Hakikat Diri.Bukankah ALLOH TA'ALA itu dikenal dengan Dzat-Nya ?Sifat-Nya ?Asma-Nya ?Af'al-Nya ? Ke-4 inilah meliputi semesta Alam dan Diri kita, yaitu :Tubuh.Qolbu.Ruh.Rahasia.Hakikat diri Manusia yaitu lahirnya terdiri dari 4 unsur yakni :Raga,Hati,Sir, danBatin.Sedangkan yang batinnya adalah :DzatSifat.Asma.Af'al.Para Arif Billah berkata :شريعة بلا حقيقة : اتيلة.حقيقة بلا شريعة : بطلن.SYARII'ATUN BILAA HAQIIQOTUN : ATIILATUN.HAQIIQOTUN BILAA SYARII'ATUN : BAATHILUN."Syari'at tanpa Hakikat : Sia-sia. Hakikat tanpa Syar'iat : Batil".Maka : Syari'at dan Hakikat itu, tidak boleh bercerai, tidak boleh berpisah. Keduanya terus bersama seperti lahir dan batin.Daripada itulah orang yang betul-betul bertauhid itu :Dia tidak akan membuang hukum syari'at, kecuali orang-orang tashawuf yang buta, berani membuang hukum syari'at dan meninggalkannya.Padahal ungkapan diatas tadi yang dijelaskan orang Arif Billah itu, sudah banyak difahami. Akan tetapi cara jalan mereka dalam mengenalnya banyak yang tak tahu tentang Musababnya, yakni Syar'iat dan Hakikat itu tak terpisahkan •KETAHUILAH........!!!Insan adalah nama lahiriah....Dan ALLOH TA'ALA adalah nama batiniah...Maka yang lahiriah pada diri manusia atau Insan itu adalah Raga manusia atau tubuh Insan.Hati manusia atau hati insan.Ruh (Nyawa) manusia atau Ruh Insan.Rahasia manusia atau Rahasia Insan.Sementara yang batinnya adalah :Dzat Alloh.Sifat Alloh.Asma Alloh.Af'al Alloh.Dari pemahaman inilah kita bisa mengetahui bahwa huruf yang pertama dijadikan huruf : هاLalu ها menjadi ب.Terus ب menjadi alam semesta.Dan didalalam titik ب ( • ) sudah ada Alif ( ا ) gho'ib.Kerana kuatnya tekanan Ketuhanan ALLOH TA'ALA itu, membuat Titik pada ب itu pecah. Jadilah terjahir Alif. Dan Nur Muhammad pun pecah menjadi Semesta Alam.Dari pemahaman inilah barulah kita bisa mengetahui rupanya sifat yang dzahir wujud kenyataannya. Itulah sifat nafas.Kalaulah tidak ada Nafas sudah pasti tidak bisa kita bergerak.Jadi sifat Nafas itu kenyataannya adalah Sifat Ruh.Sifat Ruh itu kenyataannya ialah Tuhan.Itulah disebut dengan "Nafas Ar-Rohman".Maka dari itu berpegang teguhlah kepada TUHAN kita, yang menjadikan Ruh kita, nyawa kita dan menghembuskan Nafas Ar-Rohman-NYA kepada kita, bukan pada Nafas kita yang kita pegang dan bukan pada Ruh Nyawa kita.Supaya anda betul-betul faham dan tidak salah faham.... Bahwasannya :Nafas yang "keluar-masuk" dari mulut kita atau dari lubang hidung kita yang turun naik itu, Itu bukanlah TUHAN....TUHAN tidak keluar masuk nafas dari mulut atau hidung. Dan tidak pula TUHAN itu turun naik nafas...INGAT SEKALI LAGI AJA YA, WKWKWK.......!!!!!Nafas kita ini jangan dipermainkan.....Tidak ada nafas yang keluar itu disebut ALLOH.....Tidak ada Nafas yang masuk itu disebut HU atau DZAT....Akan tetapi, harus berpegang teguh prinsip Ma'rifat TUHAN, yaitu :TUHAN SENDIRI, bukan nafas......Oleh kerana itu janganlah anda menyiksa nafas seperti itu dengan cara keluar, masuk, tahan. Itu namanya penyiksaan.Yang harus anda takuti itu adalah tatkala datangnya kematian yang menghampiri anda itu, yaitu "SAROKATUL MAUT".Nafas itulah nantinya membalikkan keadaan rasa siksa pada anda saat ajal menghampiri.Contoh :Saudara kalian ini usia 40 tahun, dah mulai berjalan tergoyah-goyah. Mulai sempoyongan. Narik nafas pun Mengap-Mengap.....Bagaimana nanti kita terkena dengan alunan nafas yang tak sedap menjelang sarokatul maut.Kemungkinan ataupun kenyataan.....Ada yang ternganga mulutnya....Ada terjulur lidahnya......Ada demam tinggi melengking....Gelisah....Tarik sana badan, tarik sini badan, sebab tak tahan panas menyengat......Maafkan saudara kalian ini.....Ini bukan membojokkan kesalahan sesiapa, tetapi begitulah kenyataannya yang terjadi. Buktinya banyak sekali yang terjadi masa kini......Ingatlah Wahai Saudara-saudariku sekalian yang selalu dimuliakan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan juga hamba cintai......!!!!!!Semoga kita tak mengalami ombak kematian seperti yang saudara kalian kisahkan barusan....Jangan sampai kita menyiksa nafas kita itu. Kelak nafas itu nanti yang akan menyiksa kita......Sekian..... NB;Tanpa mengenal waktu, Do'a-do'a terbaik hamba selalu tercurah limpahkan untuk sekalian... Dan semoga bermanfa'at pelajaran berharga ini sebelum hamba berpulang ke Rohmatulloh.....Dicukupkan sedemikian rupa dari saudara kalian yang Hina dan Fakir ini. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan dan bahan dalam diskusi di majelis masing-masing dan sekalian mohon sampaikan salam hormat kepada para guru-guru kalian yang selalu dimuliakan Alloh Subhanahu Wata'Ala dan juga yang hamba Cintai dari saudara kalian yang hina dan fakir ini yang bernama ;#Muhammad_Mahdi_Alfarisi,#AL_HUJJAH,#Ash_Shohibus_Zaman,#Ajalalloohu_Farojalloohu_Asy_Syarief,#Syam_At_Tibrizi_Al_Baihaqi,#DIEN_AFS, dan#194_nama_panggilan_lainnya_Tertulis_di_Madinah_Al_Munawaroh.Yang tak bosan-bosannya saudara kalian yang hina dan fakir ini sangat mengharapkan do’a-do'a dari beliau Para Guru-guru sekalian. Semoga Alloh selalu merahmati persaudaraan kita dengan hidayah-NYA yang tak terhingga sampai ke Jannah-NYA Alloh Subhanahu Wata'Ala.AAMIIN YA ALLOH YA ROBBAL 'ALAMIIIN.يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ . قُمْ فَاَنْذِرْۖ . وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ . وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ .Yaa ayyuhal muddats-tsiru. Qum fa angdzir. Warobbaka fakabbir. Wa tsiyaa baka fathohir. [ Muddatsir:1-4 ].Artinya ;"WAHAI ENGKAU YANG TERTIDUR, BANGUNLAH DAN BICARALAH, DAN AGUNGKANLAH TUHANMU, DAN BERSIHKANLAH PAKAIANMU".[ QS. AL-MUDDATSIR, Ayat: 1-4 ].Mohon dimaafkan sebelumnya saudara kalian yang hina dan fakir ini dari segala kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam penulisan status ini dan status-status sebelumnya, karena Saudara kalian yang hina dan fakir ini adalah seseorang yang masih belajar dan sangat jauh dari hakikat kebenaran yang sebenarnya.Sungguh jika banyak kekurangannya itu ada pada diri hamba dan kelebihannya hanyalah milik Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Maka selalu bersyukurlah hanya kepada Alloh.Tak lupa juga Terimakasih kepada Saudara-saudariku sekalian yang selalu menyambung tali silaturahmi sehingga menyempatkan mampir di postingan status yang hina dan fakir ini, yang mungkin ini adalah status terakhir dari saudara kalian yang hina dan fakir ini.Semoga saja status ini bermanfaat dan ada sedikit hikmahnya, khususnya untuk Saudara-saudariku sekalian yang mampir dan pada umumnya untuk Saudara-saudari kita yang ada di luaran sana.AAMIIN YA ALLOH YA ROBBAL'ALAMIIIN.Penulis :                                محمد مهدي الفرثي               Muhammad Mahdi Alfarisi               Syam at-Tibrizi al-Baihaqi      Ajalalloohu Farojalloohu Asy-Syarief                   Ash-Shohibus Zaman                           ( Dien Afs )                          ___________,============================AKHIRUL KALAM,,,,WABIL TAUFIK WAL HIDAYAH,WASSALAMU'ALAYKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH.اشهد ان لا اله الا الله ، و اشهد ان محمد رسول الله .اللهم صل على سيدنا ونبينا و حبيبنا و شفينا وظهرنا ومولانا محمد . امين يا الله يا رب العالميـــــن .

★★MUSYAHADAH, MUROQOBAH, DAN MUKASYAFAH★★Oleh ; Muhammad Mahdi Alfarisi (Asy-Syarief)===========================بســـــــم الله الرحمن الرحيــــــــــــم.Bismillaahir rohmaanir rohiiim (i).الســـــــلام عليــكم ورحمة الله وبركاتــــــــــــــه.Assalaamu'alaykum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.Wahai saudara-saudariku kaum muslimin muslimat dan mu'minin mu'minat di semesta alam yang selalu di muliakan Alloh Subhanahu Wata'ala dan juga hamba Cinta, Bagaimana dengan kabar kalian semua ...??? Semoga rohmat Alloh beserta berkat-NYA selalu tercurah-limpahkan pada kita semua. Aamiin ya Alloh ya Robbal'alamiiin…Pertama-tama seperti biasa…marilah kita bersama-sama semua panjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wata'ala yang mana telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berkumpul kembali di kajian siraman ruhani yang bertema "MUSYAHADAH, MUROQOBAH, DAN MUKASYAFAH", serta tak lupa juga kita panjatkan sholawat beserta salamnya kepada junjungan kita semua Nabibana Wa Nabiana Muhammad Rosululloh Shololloohu 'Alaihi Wassalam.....[AL-FATIHAH 1x].Dengan BASMALLAH dimulai kalimat,,,Semua yang ada hanya Anugerah dan Rahmat,,,Sungguh tiada sesuatu yang teramat,,,Awal akhir dunia akhirat,,,Telah ku pilih DAKWAH BERSAMA PENA sebagai salah-satu jalan menuju cahaya-NYA demi mendapatkan cinta dan ridho-NYA…Diriku hanya sebagai pemakna tulisan-tulisan dari-NYA, penikmat segala ciptaan-NYA, dan pencari jalan indah-NYA SHIROTHOL MUSTAQIM…Disinilah ku kobarkan semangat tempat jiwa-jiwa muda membuat jejak hidupnya lewat kata…Di setiap orang yang membuat status, selalu saja ada orang yang mengaku pencetus…Begitupun dengan yang cetus-cetus selalu menyindir yang membuat status…Padahal pada kenyataannya semua yang ada itu adalah AKU yang bersembunyi di sebalik bayangan qolbu sang pembuat status…

Ku kira sudah Wushul pada TUHAN sang pemilik status.

Ternyata masih banyak yang berdebat aku-aku masalah pencetus…

Awal akhir akan tahu saat alam dunia meletus…

Semua aku-aku pencetus itu akan kembali kepada AKU sebelum Wujud bernama ALLOH TA'ALA wahai yang di utus…

لقد كنت في غفلة من هذا فكشفنا عنك غطاءك فبصرك اليوم حديد

LAQAD KUNTA FII GHOFLATIN MIN HADZAA FAKASYAFNAA 'ANGKA GHITHOO IKA FABASHORUKAL YAUMA HADIIDUN Artinya :"Bahawasanya kamu berada didalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari mu tirai (yang menutupi) Matamu. Maka penglihatan mu pada hari itu amat lah tajam".(QS. Al-Qof 50 : 22)

Kalian semua memiliki dua mata kepala di alam tubuh.
Maka cobalah kalian lihat atau mendongak kepala kelangit biru.

Apakah biru itu sangkar langit...???

Kalian mestilah harus tahu dibalik rahasia kebiruan langit itu, hari ini saudara kalian yang hina dan fakir ini wajib memberitahukan kepada kalian semua,

jikalau kalian nak menerima pemahaman ini.

Supaya sesuai dengan makna Ayat yang Saudara kalian ini tuliskan diatas......

Maka itulah yang dinamakan "BATAS RUANG DIMENSI",

Yaitu batas aspek sudut pandang kita.

Disitulah tempatnya atau kedudukan Alam Jabarut yang biasa disebut "ALAM JIN".

Apabila cahaya biru itu dikaitkan dengan suara malaikat, maka itu adalah alam terendah para malaikat.

Disitu hanya di tempati oleh Malaikat Mikail atau Malaikatnya bani Israil, orang-orang Yahudi.

Alam tempat penyembah bagi pengikut aliran Maha Brata yang mereka sebut "ALAM NIRWANA".

Sebetulnya itu, merujuk pada wilayah Jin, hantu, iblis, kuntilanak dan banyak lagi bangsa jin.

Di alam jin itulah, mereka-mereka mampu membentuk atau merubah apa yang mereka inginkan.

Mereka bisa manipulasikan bangsa Manusia yang bodoh.

Akan tetapi kebanyakan manusia mengira disana masuk wilayah ruang Kosong.

Sebenarnya itu adalah ruang kosong zat asam yang masih bersifat baharu, masih berbentuk zat rupa yaitulah zat asam.

Sedangkan kosong yang sebenarnya adalah Dzat Mutlaq yaitu alam Maha Ruang, yakni kosong tiada ber-zat asam itulah Alam Maha Suci.

Jadi Ruang Kosong Alam Maha Ruang itu masih jauh dari Ruang kosong zat-zat asam.

Makanya cahaya-cahaya itu adalah hijab.

Sesungguhnya, seluruh alam semesta ini adalah penuh kekosongan.
Kosong Maha Ruang.

Maka baik yang terang, yang gelap, segalanya itu adalah "BAHARU".

Kalau kita betul-betul ahli Tauhid kepada ALLOH TA'ALA, tentulah kita tak ingin memandang yang namanya "Baharu itu".

Yang sebenar-benarnya kita perlukan dalam bertauhid itu ialah QODIM-NYA, yaitu :"Memandang yang kosong yang tak Memiliki zat".

Inilah yang hendak kita pandang.

Ketahuilah....!!!Titik Awal itulah dikatakan Hakikat Alam, Yaitu "KOSONG", maka "RENUNGKANLAH".Titik Awal itulah kosong yakni Dzat Mutlaq.

Siapa yang mampu merenungi titik awal itu, maka akan mengetahui isi dunia ini.

ILAHI ROBBI adalah Rahasia Ahadiyah, yaitu "SIRR LAA TA'YUN".

Maka renungkanlah betul-betul Awal titik itu.

Jika engkau merenungi titik awal itu sedalam-dalamnya, maka rasakan...

!!!Tenggelamlah engkau beserta semesta alam ini kembali pada asal tiada........ Rasakanlah.......!!! Barulah terbit rasa Isbat.

Ini juga engkau merasakan hanya Sir saja didalam hati.

Barulah engkau itu akan mengerti makna Tawajjuh dan Muroqobah terhadap Tuhan..... Keduanya sama saja, cuma beda bahasa.Batin Muhammad adalah Rahasia pada kita, maka Muhammad itu Esa kepada Rahasia.Maka dari itulah kita diharuskan tuk mengenal. Tentu matilah kita kedalam pengenal itu."Siapa yang Mengenal Tuhan-nya dia akan binasa".MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU, WA MAN AROFA ROBBAHU FASADDAL JASAD"Barangsiapa mengenal diri-Nya niscaya kenal akan TUHANNYA, dan barangsiapa mengenal TUHANNYA maka binasalah jasadnya".Artinya ;Binasa di sini bukan hancurnya badan atau diri jasad kasar kita, akan tetapi kita merasakan tidak memiliki diri lagi atau lebur dari ke-aku-an kita.Maka dari itulah kita didalam sholat juga diharuskan mengenal, barulah dikatakan sholatnya khuysu dan sholatnya tidaklah terlihat oleh seorangpun.....Jadi rahasia itulah yang disebut Dzat Qodim. Dan untuk lebih memahami dan betul-betul mengetahuinya lagi supaya sempurna faham jalan musyahadah yang ada pada kita ini, yaitu wujud kita kenyataan kita, wujud alam kenyataan alam, adalah :Dzat Tuhan.Sifat Tuhan.Naman (Asma') Tuhan.Perbuatan (Af'al) Tuhan. Maka lakukanlah Musyahadah, yaitu "Pandangan hati (qolbu) yang berkekalan bersama ALLOH TA'ALA, sebab yang 4 pemahaman itu, yaitu Dzat-Sifat-Asma-Af'al sudah ada pada diri kita ini, dan juga ada pada semesta alam ini.Lakukanlah Musyahadah..... Hingga terbuka hijab engkau itu kepada TUHAN, barulah engkau mengetahui tempat letaknya alam para jin serta penghuninya.Semua penghuni-penghuni itu adalah makhluk La'natulloohi Alayhi, penipu besar..... Mereka-mereka itu mampu mengubah penomena alam penuh kepalsuan, penuh fatamorgana, seperti mengumpamakan mimpi-mimpi meski menjadi kenyataan, mengumpamakan sidrotul muntaha, mengumpamakan syurga dan neraka. Sama halnya ini dengan Dajjal.Semua itu mereka bisa memasukkan kedalam benak otak manusia, supaya pemikiran itu terus dipengaruhi pesona keindahan penomena yang penuh kepalsuan itu. Jadi..... batas pandangan kita ini pada bentuk rupa yang biru pada langit, yang kita selalu lihat dari kejauhan, itu bukanlah Jabarut, bukanlah nirwana, akan tetapi itulah Alamnya bagi Para jin.Petunjuk-petunjuk dari alam jin itulah yang diterima oleh penyembah dewa-dewa hindu purba yaitu Siddharta Gautama yang bermula dari timur kurasan di pesisiran Pakistan.Petunjuk-petunjuk alam lasut itulah kemudian menyebar keseluruh penjuru bumi, dan menjelma menjadi budaya kebatinan dipelosok negeri kita ini.Jadi.... Orang-orang yang betul-betul dikatakan bertauhidkan yang satu (Ahad) yakni ALLOH TA'ALA, maka ia tentu memiliki 3 pemahamannya, yaitu : Musyahadah,Muroqobah, danMukasyafah.Jadi tidak akan tertipu, jika kita betul-betul Ahli Tauhid, semuanya itu adalah permainan dari alam jin.Karena kita memiliki pegangan kuat yang tiga ini yaitu memiliki :MUKASYAFAH (pengelihatan) adalah terbukanya suatu hijab dari TUHAN, maka tentu TUHAN akan membuka tabir pembatas biru itu untuk menunjukkan kebenaran.Kita bisa mengetahuinya yang sudah mendapatkan Muroqobah, yaitu tidak terlepas dari intelijen TUHAN. Tidak berpaling lagi kita kepada yang bukan TUHAN. Tentulah terbuka tirai penutup dengan TUHAN. karena memang pada kenyataannya kita dan TUHAN itu tiada terhijab.Dengan Mukasyafah itulah kita mengetahui bahwa :Huruf pada Alif ( ا )Pada Lam ( ل‌ )Pada Lam kedua ( ل )Dan pada Ha ( ها )Ini hanyalah menunjukkan Nama (Asma') saja.Nama itulah menunjukkan adanya wujud hakiki Dzat, yaitu adanya pada Diri TUHAN. Itulah menunjukkan pada kalimat huruf lafadz tadi, yaitu :Alif.Lam.Lam.Ha.Kalau anda sekalian meyakini lafal huruf الله itu sebagai TUHAN anda, maka berarti anda betul-betul sudah menuhankan huruf lafal الله tersebut.Maka dari itu sekali lagi fahamilah betul-betul bahwa :"Huruf pada Asma Alloh itu, bukanlah Tuhan sebenar-benar TUHAN, itu sebagai sebutan saja bagi TUHAN".Nah.... Orang yang Betul-betul dikatakan berhakikat dan berma'rifat itu, itulah orang yang ahli memahami inti TAUHID.Jadi.... Apa yang kita kerjakan dan apa yang kita lakukan itu dari Irodat Alloh, dan juga kembali pada sumbernya yaitu Alloh Sendiri.Baik sholat kita, amalan kita yang lain, termasuk dzikir dan sebagainya. Itulah menunjukkan pekerjaan rahasia-NYA.Kerana TUHAN itu yang menjadikan rahasia sebagai Af'al-NYA. Sebab terbitnya sesuatu itu semuanya dari Alloh Ta'ala, kembali pada Alloh Ta'ala, untuk Alloh Ta'ala, dengan Alloh Ta'ala.Alloh Alloh Alloh Alloh Alloh.............Jadi dari segi ketahuidan itu yang kita kerjakan, yang kita lakukan, baik sholat, dzikir dan lainnya adalah semuanya menunjukkan "DZAT TUHAN" yang bersifat Ta'sir yaitu Kebesaran, yakni 4 (empat) sifat, yaitu :Al-Qudrot.Al-Irodat.Al-Ilmu.Al-Hayat.Maka Anda itu, jangan sekali-sekali menganggap enteng, menganggap remeh Ilmu Tauhid.Jadi orang yang dikatakan berma'rifatulloh (berma'rifat kepada ALLOH TA'ALA) itu adalah :Dia terus-menerus berkekalan bersama ALLOH TA'ALA. Ia tidak merasakan apa-apa lagi pada dirinya. Baik ingatan, perasaan, pemikirannya ataupun lahir dan batin. Yang jelas-jelasnya adalah semuanya pada kema'rifatannya itu kepada ALLOH TA'ALA, yaitu :"Melenyapkan yang batin, bukan melenyapkan yang lahirnya".Karena batinnya sudah berkekalan terus-menerus tertuju hanya ALLOH TA'ALA semata.Maka kadaan fisikalnya yang lahir itu, tidak ada yang mengendalikan lagi, kerana yang lahiriah itu sudah lari kebatin. Batin itulah yang berkekalan bersama ALLOH TA'ALA. Inilah yang disebut :"AL-FANA'"Artinya :Tak merasa lagi lahiriahnya, tak merasa lagi batinnya melainkan ALLOH TA'ALA yang kekal. INGAT,,,,,!!!!!Fana' bukan berarti melenyapkan diri atau merasakan diri tidak ada. Tetapi semuanya itu dikembalikan pada yang empunya Haq, yaitu :"ALLOH, ROBBUL JALIL".Inilah yang dikatakan "FANA' BILLAH", yaitu :Tak merasa lahirnya, tak merasa batinnya. Yang ada itu cuma ALLOH TA'ALA saja yang "WUJUD ADANYA".Itulah disebut berkekalan namanya, ALLOH TA'ALA yang Kekal...Diri lahir dan batin tidak ada lagi, kerana berkekalan bersama-NYA. Ini yang dikatakan :"ISBAT".Maka dari itu dzikir atau ibadah lainnya ataupun percakapan kita dan apapun saja.... Jangan lupa.....!!! ingat Nama TUHAN itu, tidak pernah bercerai pada Diri-NYA.Kalau sudah kembali semuanya kepada ALLOH TA'ALA..... Apa yang ada pada kita ini.....??? Tentu kita ini tak memiliki apa-apa lagi, semuanya sudah kembali Adam/ Adum, yaitu "KOSONG atau TIDAK ADA".INGATLAH......!!!Dzikir ma'rifat itu harus dengan perasaan...Dengan perasaan itulah ALLOH TA'ALA saja yang ada....Tidak menggunakan bacaan apapun...Juga tidak dengan hati...Tetapi dengan Robbaniyah atau Ma'rifat, yaitu :"DIRASAKAN".Sekali lagi FAHAMILAH,,,,,,!!! Bahwa jalan kemusyahadahan itu ada 4 jalan, yaitu : - Musyahadah Dzat.- Musyahadah Sifat.- Musyahadah Nama.- Musyahadah Perbuatan.4 jalan musyahadah inilah kembali kepada Hakikat Diri.Bukankah ALLOH TA'ALA itu dikenal dengan Dzat-Nya ?Sifat-Nya ?Asma-Nya ?Af'al-Nya ? Ke-4 inilah meliputi semesta Alam dan Diri kita, yaitu :Tubuh.Qolbu.Ruh.Rahasia.Hakikat diri Manusia yaitu lahirnya terdiri dari 4 unsur yakni :Raga,Hati,Sir, danBatin.Sedangkan yang batinnya adalah :DzatSifat.Asma.Af'al.Para Arif Billah berkata :شريعة بلا حقيقة : اتيلة.حقيقة بلا شريعة : بطلن.SYARII'ATUN BILAA HAQIIQOTUN : ATIILATUN.HAQIIQOTUN BILAA SYARII'ATUN : BAATHILUN."Syari'at tanpa Hakikat : Sia-sia. Hakikat tanpa Syar'iat : Batil".Maka : Syari'at dan Hakikat itu, tidak boleh bercerai, tidak boleh berpisah. Keduanya terus bersama seperti lahir dan batin.Daripada itulah orang yang betul-betul bertauhid itu :Dia tidak akan membuang hukum syari'at, kecuali orang-orang tashawuf yang buta, berani membuang hukum syari'at dan meninggalkannya.Padahal ungkapan diatas tadi yang dijelaskan orang Arif Billah itu, sudah banyak difahami. Akan tetapi cara jalan mereka dalam mengenalnya banyak yang tak tahu tentang Musababnya, yakni Syar'iat dan Hakikat itu tak terpisahkan •KETAHUILAH........!!!Insan adalah nama lahiriah....Dan ALLOH TA'ALA adalah nama batiniah...Maka yang lahiriah pada diri manusia atau Insan itu adalah Raga manusia atau tubuh Insan.Hati manusia atau hati insan.Ruh (Nyawa) manusia atau Ruh Insan.Rahasia manusia atau Rahasia Insan.Sementara yang batinnya adalah :Dzat Alloh.Sifat Alloh.Asma Alloh.Af'al Alloh.Dari pemahaman inilah kita bisa mengetahui bahwa huruf yang pertama dijadikan huruf : هاLalu ها menjadi ب.Terus ب menjadi alam semesta.Dan didalalam titik ب ( • ) sudah ada Alif ( ا ) gho'ib.Kerana kuatnya tekanan Ketuhanan ALLOH TA'ALA itu, membuat Titik pada ب itu pecah. Jadilah terjahir Alif. Dan Nur Muhammad pun pecah menjadi Semesta Alam.Dari pemahaman inilah barulah kita bisa mengetahui rupanya sifat yang dzahir wujud kenyataannya. Itulah sifat nafas.Kalaulah tidak ada Nafas sudah pasti tidak bisa kita bergerak.Jadi sifat Nafas itu kenyataannya adalah Sifat Ruh.Sifat Ruh itu kenyataannya ialah Tuhan.Itulah disebut dengan "Nafas Ar-Rohman".Maka dari itu berpegang teguhlah kepada TUHAN kita, yang menjadikan Ruh kita, nyawa kita dan menghembuskan Nafas Ar-Rohman-NYA kepada kita, bukan pada Nafas kita yang kita pegang dan bukan pada Ruh Nyawa kita.Supaya anda betul-betul faham dan tidak salah faham.... Bahwasannya :Nafas yang "keluar-masuk" dari mulut kita atau dari lubang hidung kita yang turun naik itu, Itu bukanlah TUHAN....TUHAN tidak keluar masuk nafas dari mulut atau hidung. Dan tidak pula TUHAN itu turun naik nafas...INGAT SEKALI LAGI AJA YA, WKWKWK.......!!!!!Nafas kita ini jangan dipermainkan.....Tidak ada nafas yang keluar itu disebut ALLOH.....Tidak ada Nafas yang masuk itu disebut HU atau DZAT....Akan tetapi, harus berpegang teguh prinsip Ma'rifat TUHAN, yaitu :TUHAN SENDIRI, bukan nafas......Oleh kerana itu janganlah anda menyiksa nafas seperti itu dengan cara keluar, masuk, tahan. Itu namanya penyiksaan.Yang harus anda takuti itu adalah tatkala datangnya kematian yang menghampiri anda itu, yaitu "SAROKATUL MAUT".Nafas itulah nantinya membalikkan keadaan rasa siksa pada anda saat ajal menghampiri.Contoh :Saudara kalian ini usia 40 tahun, dah mulai berjalan tergoyah-goyah. Mulai sempoyongan. Narik nafas pun Mengap-Mengap.....Bagaimana nanti kita terkena dengan alunan nafas yang tak sedap menjelang sarokatul maut.Kemungkinan ataupun kenyataan.....Ada yang ternganga mulutnya....Ada terjulur lidahnya......Ada demam tinggi melengking....Gelisah....Tarik sana badan, tarik sini badan, sebab tak tahan panas menyengat......Maafkan saudara kalian ini.....Ini bukan membojokkan kesalahan sesiapa, tetapi begitulah kenyataannya yang terjadi. Buktinya banyak sekali yang terjadi masa kini......Ingatlah Wahai Saudara-saudariku sekalian yang selalu dimuliakan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan juga hamba cintai......!!!!!!Semoga kita tak mengalami ombak kematian seperti yang saudara kalian kisahkan barusan....Jangan sampai kita menyiksa nafas kita itu. Kelak nafas itu nanti yang akan menyiksa kita......Sekian..... NB;Tanpa mengenal waktu, Do'a-do'a terbaik hamba selalu tercurah limpahkan untuk sekalian... Dan semoga bermanfa'at pelajaran berharga ini sebelum hamba berpulang ke Rohmatulloh.....Dicukupkan sedemikian rupa dari saudara kalian yang Hina dan Fakir ini. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan dan bahan dalam diskusi di majelis masing-masing dan sekalian mohon sampaikan salam hormat kepada para guru-guru kalian yang selalu dimuliakan Alloh Subhanahu Wata'Ala dan juga yang hamba Cintai dari saudara kalian yang hina dan fakir ini yang bernama ;#Muhammad_Mahdi_Alfarisi,#AL_HUJJAH,#Ash_Shohibus_Zaman,#Ajalalloohu_Farojalloohu_Asy_Syarief,#Syam_At_Tibrizi_Al_Baihaqi,#DIEN_AFS, dan#194_nama_panggilan_lainnya_Tertulis_di_Madinah_Al_Munawaroh.Yang tak bosan-bosannya saudara kalian yang hina dan fakir ini sangat mengharapkan do’a-do'a dari beliau Para Guru-guru sekalian. Semoga Alloh selalu merahmati persaudaraan kita dengan hidayah-NYA yang tak terhingga sampai ke Jannah-NYA Alloh Subhanahu Wata'Ala.AAMIIN YA ALLOH YA ROBBAL 'ALAMIIIN.يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ . قُمْ فَاَنْذِرْۖ . وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ . وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ .Yaa ayyuhal muddats-tsiru. Qum fa angdzir. Warobbaka fakabbir. Wa tsiyaa baka fathohir. [ Muddatsir:1-4 ].Artinya ;"WAHAI ENGKAU YANG TERTIDUR, BANGUNLAH DAN BICARALAH, DAN AGUNGKANLAH TUHANMU, DAN BERSIHKANLAH PAKAIANMU".[ QS. AL-MUDDATSIR, Ayat: 1-4 ].Mohon dimaafkan sebelumnya saudara kalian yang hina dan fakir ini dari segala kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam penulisan status ini dan status-status sebelumnya, karena Saudara kalian yang hina dan fakir ini adalah seseorang yang masih belajar dan sangat jauh dari hakikat kebenaran yang sebenarnya.Sungguh jika banyak kekurangannya itu ada pada diri hamba dan kelebihannya hanyalah milik Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Maka selalu bersyukurlah hanya kepada Alloh.Tak lupa juga Terimakasih kepada Saudara-saudariku sekalian yang selalu menyambung tali silaturahmi sehingga menyempatkan mampir di postingan status yang hina dan fakir ini, yang mungkin ini adalah status terakhir dari saudara kalian yang hina dan fakir ini.Semoga saja status ini bermanfaat dan ada sedikit hikmahnya, khususnya untuk Saudara-saudariku sekalian yang mampir dan pada umumnya untuk Saudara-saudari kita yang ada di luaran sana.AAMIIN YA ALLOH YA ROBBAL'ALAMIIIN.Penulis :                                محمد مهدي الفرثي               Muhammad Mahdi Alfarisi               Syam at-Tibrizi al-Baihaqi      Ajalalloohu Farojalloohu Asy-Syarief                   Ash-Shohibus Zaman                           ( Dien Afs )                          ___________,============================AKHIRUL KALAM,,,,WABIL TAUFIK WAL HIDAYAH,WASSALAMU'ALAYKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH.اشهد ان لا اله الا الله ، و اشهد ان محمد رسول الله .اللهم صل على سيدنا ونبينا و حبيبنا و شفينا وظهرنا ومولانا محمد . امين يا الله يا رب العالميـــــن .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNTUK MENGUNCI ASMA NABI

AMALAN THORIQOH